Pekuncen - KKN-R TIM II UNDIP Dorong Desa Pekuncen Lebih Sehat melalui Edukasi Gizi dan MP-ASI

KKN-R TIM II UNDIP Dorong Desa Pekuncen Lebih Sehat melalui Edukasi Gizi dan MP-ASI

Mahasiswa KKN-R TIM II Universitas Diponegoro melaksanakan Program Sosial Kemasyarakatan Kelompok (SAINTEK) dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Produktif melalui Edukasi dan Inovasi” sebagai Implementasi SDG 3: Good Health and Well-being di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Program ini melibatkan berbagai bidang ilmu SAINTEK untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki bayi usia 0–24 bulan dan anak - anak usia 7–11 tahun di sekolah dasar. 

Kelompok KKN-R TIM II yang terdiri atas Melvin Aqil Aldorino (Teknik Industri), Margareta Sabrina Nainggolan (Kedokteran), Rizki Octaviani (Statistika), Siti Khumaidah (Biologi), dan Dimas Sugeng Haryansyah Saputro (Perikanan Tangkap) yang merancang rangkaian kegiatan edukatif yang saling terintegrasi. Program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pendataan data anak dan busui sebagai dasar perencanaan edukasi, gizi anak, praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), pemanfaatan pangan bergizi, dan penerapan ergonomi pada anak. 

Sumber: Dokumentasi Kegiatan oleh Tim II KKN-R UNDIP Desa Pekuncen

Kegiatan diawali dengan pendataan anak usia 0–24 bulan dan ibu menyusui di Desa Pekuncen untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi status gizi sebagai dasar pelaksanaan program kerja. Hasil pendataan tersebut kemudian digunakan untuk acuan edukasi yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam sosialisasi ini, tim KKN-R TIM II Universitas Diponegoro juga menyusun materi yang membahas mengenai teori dan praktik MP-ASI (Makanan Pendamping ASI).

 

Sumber: Dokumentasi Kegiatan oleh Tim II KKN-R UNDIP Desa Pekuncen

Sosialisasi dilaksanakan dengan penyampaian materi mengenai MP-ASI oleh Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro. Selama kegiatan berlangsung, para ibu menyusui diberikan leaflet edukatif yang disusun sebagai media informasi sekaligus panduan praktis dalam pemberian MP-ASI. Leaflet tersebut memuat pengertian MP-ASI, tanda-tanda kesiapan bayi menerima MP-ASI, empat syarat MP-ASI yang baik, aturan pemberian makan sesuai tahapan usia, serta kandungan nutrisi dan contoh bahan makanan bergizi yang dapat digunakan dalam penyusunan menu MP-ASI. Melalui leaflet tersebut, diharapkan para ibu dapat lebih mudah dalam memahami materi dan menerapkannya dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui MP-ASI.

Melalui kolaborasi antara bidan desa, kader posyandu, dan masyarakat Desa Pekuncen, program ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi atas permasalahan di masyarakat. Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah utama dalam pencegahan stunting.


Dipost : 10 Agustus 2026 | Dilihat : 25

Share :