Berita Terkini

Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 memaparkan program kerja multidisiplin II yaitu “Revitalisasi Fasilitas Olahraga Sebagai Bentuk Realisasi SDG 3 Health and Well being” berupa rekomendasi kebijakan Sekolah Sepak Bola (SSB) kepada perangkat Desa Pekuncen pada Senin, 10 Agustus 2026 sebagai perwujudan program kecamatan berdaya di bidang sport center atau pengembangan fasilitas olahraga.
Penyusunan kebijakan ini dilatarbelakangi oleh tingginya minat anak-anak terhadap sepak bola, sementara di Desa Pekuncen belum terdapat program latihan sepak bola yang terstruktur dan dilaksanakan secara rutin. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut, program rekomendasi kebijakan SSB diawali dengan survei minat anak-anak terhadap sepak bola. Selain itu, mahasiswa KKN-R TIM II Universitas Diponegoro melakukan observasi ke desa yang telah lebih dahulu menjalankan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Survei dilakukan untuk melihat tingkat minat anak-anak, sedangkan observasi ke Desa Puguh dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan SSB yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penerapannya SSB di Desa Pekuncen. Dari hasil survey, sebanyak 85% anak sangat memerlukan adanya latihan sepak bola di Desa Pekuncen. Selain itu, hasil observasi ke Desa Puguh menjadikan gambaran mengenai aspek-aspek penting dalam penyelenggaraan SSB, mulai dari struktur organisasi, kebutuhan sumber daya manusia, sarana dan fasilitas latihan, penyusunan anggaran, hingga perawatan lapangan. Seluruh hasil survei dan observasi ini kemudian menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan SSB yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Desa Pekuncen.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung SDG 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan. Melalui kegiatan latihan sepak bola secara rutin, anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran, tetapi juga memiliki ruang untuk berekreasi, berinteraksi, serta mengembangkan minat dan potensi di bidang olahraga. Hal tersebut sejalan dengan semangat Program Kecamatan Berdaya yang berfokus pada penyediaan fasilitas untuk menjaga kebugaran, mendukung kegiatan rekreasi, serta mendorong pengembangan prestasi olahraga masyarakat.
“Program ini sangat membantu karena memberikan kami masukan dan gambaran untuk menjalankan SSB di Desa Pekuncen. Terima kasih atas program kerjanyanya, semoga hasilnya bisa bermanfaat dan terealisasikan.” Ujar Bapak Murdianto, Kasi Pelayanan Desa Pekuncen.

Rekomendasi kebijakan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN-R TIM II Universitas Dipoenegoro dalam memberikan solusi bagi pengembangan olahraga di Desa Pekuncen. Pemerintah Desa Pekuncen diharapkan dapat mengimplementasikan program SSB sesuai dengan kebutuhan anak-anak, sehingga tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat dalam sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan olahraga yang aktif, positif, dan mampu mendukung perkembangan potensi generasi muda.
Dipost : 10 Agustus 2026 | Dilihat : 40
Share :